Dia mengatakan, Komunitas Kajol senantiasa memberi solusi atas tantangan yang dihadapi driver ojol dalam memulai usahanya. Baik dalam aspek produksi, permodalan maupun pemasaran.
“Pendampingan yang kami lakukan meliputi aspek operasional, produksi, pemasaran dan permodalan, itu akan coba kami dampingi dan dicarikan solusinya,” tukasnya.
Saat ini, Kajol bakal terus berupaya dalam berkontribusi langsung terhadap perekonomian daerah lebih besar lagi. Melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan driver ojol dalam berwirausaha.
Berdasar data yang di rilis oleh Kemenko RI Tahun 2022, kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap PDB juga mencapai 60,5%. Terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.
“Sebagai penopang perekonomian nantinya, pasti pelaku UMKM itu akan turut serta membangun daerah karena ada perputaran ekonomi yang tumbuh di dalamnya,” katanya.
Lebih jauh, Kajol juga memberikan kesempatan kepada istri dan anak driver ojol dalam mendapatkan pelatihan dan bimbingan berwirausaha.

