Kini pihak Pasar Jaya, Bank DKI, dan PakeKTP terus mensosialisasikan aplikasi JaKios kepada para pedagang untuk mendukung transformasi digitalisasi pada seluruh pasar tradisional.
Dalam kesempatan yang sama, CEO PakeKTP, Husein Mahardika Permana mengatakan, aplikasi JaKios diharapkan dapat membantu para pedagang dan meningkatkan omzet Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Saat ini kita launching di Pasar Kramat Jati, nantinya akan ada 156 lokasi lain yang kita digitalisasi. Program ini tahapan awal, nantinya seluruh pasar di Jakarta itu akan non-tunai cashles,” ujar Husein.
Pihaknya optimis para pedagang dapat menggunakan aplikasi JaKios karena sudah dirancang dengan fitur sederhana. Sehingga memudahkan pedagang yang masih gagap teknologi.
Nantinya, sistem transaksi antara penjual dan pembeli di pasar juga ditargetkan seluruhnya menggunakan sistem pembayaran non tunai atau menggunakan layanan QRIS.
“Nanti ada edukasi, sosialisasi ke para pedagang, begitu juga sistem pembayaran ke depannya cukup menggunakan QRIS. Saya rasa QRIS sudah umum digunakan jadi seharusnya enggak masalah,” tambah Husein.
