Sebagai suatu orasi yang dilakukan di hadapan kader-kadernya pidato ini penuh dengan retorika yang membakar semangat dan keteguhan untuk terus berjuang bersama rakyat. Pesan yang ingin digemakan juga pada simpatisan Partai Demokrat dan orang-orang yang punya concern terhadap masa depan republik ini.
Ada banyak fakta real yang diangkat dalam pidato itu. Dalam persoalan ekonomi dipaparkan tentang daya beli masyarakat yang menurun karena inflasi, pengangguran dan kendala-kendala yang terjadi pada perekonomian rakyat. Disebut di sana soal harga dan ketersediaan pupuk, solar serta akses dan modal usaha bagi UKMM.
Dalam persoalan tata kelola pemerintahan terdapat tiga hal yang menjadi perhatian utama yaitu tentang prioritas pembangunan, kebijakan yang grusa grusu dan rawannya penyalahgunaan.
APBN pemerintah Jokowi dinilai berorientasi pada proyek-proyek mercusuar dan bukan perekonomian rakyat kecil. Untuk sektor pertanian misalnya alokasi APBN tahun 2022 sama nilainya dengan APBN 2014. Padahal APBN nya sudah tumbuh 700 T selama 8 tahun itu.

