Bobot motor superconducting yang baru dikembangkan Toshiba ini hanya tercatat beberapa ratus kilogram, serta memiliki diameter luar sekitar 50 cm, dan panjang keseluruhan yang mencapai sekitar 70 cm (di luar poros baling-baling).
Dimensi ini “hanya sepersepuluh” dari motor yang memiliki daya keluaran serupa. Invensi pertama di dunia tersebut menarik perhatian berbagai pihak, baik di Jepang dan luar negeri, mulai dari industri pesawat terbang dan otomotif, kereta, dan perusahaan transportasi lain, produsen mesin, serta universitas.
Industri transportasi tengah bertransformasi setelah mobil listrik berupaya menggantikan mobil berbahan bakar bensin; industri penerbangan juga akan menggantikan mesin jet yang berbahan bakar fosil dengan motor listrik. Lebih lagi, pesawat terbang listrik generasi baru akan mencapai netralitas karbon. Meski demikian, kondisi saat ini masih penuh tantangan.
Motor superconducting buatan Toshiba, dilansir dari PRnewswire, akan mampu mengatasi tantangan ini dengan menggabungkan pengalaman selama bertahun-tahun dan teknologi canggih. Toshiba telah memproduksi generator turbin selama bertahun-tahun dan menguasai banyak teknologi untuk memproduksi mesin baling-baling berkecepatan tinggi.

