Bioshare Series #10 juga menghadirkan narasumber Rizki Novihamzah, selaku Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Kemeninves/BKPM, yang menyampaikan terkait mekanisme serta beragam insentif yang ditawarkan bagi usaha biometana. Beberapa diantaranya adalah pembebasan biaya masuk impor peralatan (jika tidak termasuk ke dalam negative list) dan pengurangan penghasilan bruto bagi usaha yang melakukan kegiatan advokasi dan litbang. Selain itu, usaha biometana juga berpeluang mendapatkan tax holiday dan tax allowance jika masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Hadir pula Ardian Candraputra, Advisor GIZ, yang memaparkan beberapa hasil dari kajian strategi implementasi pemanfaatan biometana di sektor industri dan komersial di Indonesia yang tengah dikembangkan, dan bekerja sama dengan Direktorat Bioenergi. Kajian tersebut menggarisbawahi besarnya potensi biometana di wilayah Pulau Sumatera dan Kalimantan, yang tidak lepas dari angka produksi kelapa sawit yang tinggi.
Karenanya, kedua wilayah ini dapat menjadi fokus utama Pemerintah dalam upaya pengembangan biometana. Selain melihat ketersediaan sumber energi yang melimpah, kajian ini juga mendapati bahwa potensi pasar biometana pun cukup menjanjikan, termasuk industri dan bisnis komersial yang menggunakan LPG, CNG, bahan bakar diesel. Biometana juga dapat dikembangkan untuk pemafaatan melalui gas injection point serta pengganti bahan bakar fosil di pembangkit listrik tenaga diesel.
