Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Kapal Era Perang Dunia II yang Karam dengan 1.000 Tahanan Ditemukan
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Internasional > Kapal Era Perang Dunia II yang Karam dengan 1.000 Tahanan Ditemukan
Internasional

Kapal Era Perang Dunia II yang Karam dengan 1.000 Tahanan Ditemukan

Farih
Farih Published 24 Apr 2023, 16:45
Share
2 Min Read
Screenshot 3 1
Foto yang diabadikan pada 1941 menunjukkan kapal Jepang Montevideo Maru yang karam pada Juli 1942 setelah ditembak torpedo saat membawa lebih dari 1.000 tahanan perang. Bangkai kapal itu ditemukan pada 22 April 2023. Foto: Australian War Memorial/AFP
SHARE

IPOL.ID – Tim penjelajah mengumumkan penemuan kapal Jepang yang karam saat membawa tahanan perang tentara Sekutu pada Perang Dunia Kedua.

Kapal itu ditembak torpedo di perairan Filipina pada 1942 yang menyebabkan korban jiwa terbanyak dalam perang maritim bagi Australia dengan korban tewas total 1.080 jiwa.

Bangkai kapal Montevideo Maru ditemukan setelah pencarian selama 12 hari pada kedalaman lebih dari 4.000 meter atau lebih dalam dari kapal Titanic, di lepas pantai Pulau Luzon di Laut China Selatan. Para penjelajah menggunakan kendaraan laut dalam swakemudi yang dilengkapi sonar.

Tidak akan ada upaya untuk mengambil artefak atau sisa-sisa kerangka untuk menghormati keluarga para korban tewas, kata Yayasan Silentworld, sebuah yayasan nirlaba bermarkas di Sydney yang berdedikasi pada arkeologi maritim dan sejarah.

“Upaya luar biasa di balik penemuan ini berbicara tentang kebenaran abadi janji nasional Australia yang serius untuk selalu mengingat dan menghormati mereka yang melayani negara kita,” kata Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dimuat VOA Indonesia, Minggu (23/4).

“Ini adalah jantung dan semangat (slogan) Jangan Sampai Kita Lupa (Lest We Forget),” imbuh Albanese.

Montevideo Maru sedang membawa para tahanan perang dan warga sipil yang ditangkap setelah jatuhnya Rabaul di Papua Nugini. Kapal itu tidak ditandai sedang membawa tahanan perang. Pada 1 Juli 1942, kapal selam Amerika Serikat, Sturgeon, menembakkan empat torpedo setelah mengintai kapal itu sepanjang malam. Tembakan torpedo itu menenggelamkan kapal dalam waktu kurang dari 10 menit.

Mereka yang tewas termasuk 1.080 orang dari 14 negara, termasuk 979 orang Australia.

“Para keluarga menunggu bertahun-tahun untuk kabar berita orang-orang yang mereka cintai sebelum mendengar berita tragis mengenai karamnya kapal itu,” kata Direktur Silentworld, John Mullen.

“Sebagian kerabat tidak akan pernah benar-benar menerima orang yang mereka cintai berada di antara para korban. Hari ini, dengan menemukan kapal itu, kami berharap membawa kelegaan bagi banyak keluarga yang menderita akibat bencana yang mengerikan ini.” (VOA Indonesia/Far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: kapal ditemukan, kapal karam, kapala perang dunia II
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article 7751ad23 7a01 4c6e b59b a67ee9e8c617 Posko Mudik PLN Layani Para Pemudik di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun
Next Article 52d1e1b9 e78b 4dbc 8bb6 a95a5df95dfb Demi Menjaga Kenyamanan, Penjualan Tiket Ancol Tutup Sementara

TERPOPULER

TERPOPULER
Kuasa hukum perwakilan umat Buddha, Raka Dwi Permana bersama Ketua Vihara Catur Arya Satyani, Pemangkat, Pang Dewo, perwakilan umat Buddha Vihara Catur Arya Satyani dan Kuasa hukum Yayasan Catur Arya Satyani, Titin, saat melakukan audiensi dengan Kapoksi Komisi III DPR RI fraksi PKB, Gus Abduh dan jajaran, Jumat (22/5/2026). Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id
Hukum

Aset Vihara dan Yayasan di Pemangkat Diduga Dirampas, Umat Buddha Langsung Mengadu ke Komisi III DPR

Jakarta Raya
Masyarakat Resah Jakarta Barat Dijuluki Gotham City, Kenneth DPRD DKI: Saya Bakal Jadi Batman
23 May 2026, 12:31
Ekonomi
Berantas Praktik Penyimpangan Tata Niaga Ekspor SDA, Pemerintah Bentuk BUMN Khusus
23 May 2026, 15:26
Jakarta Raya
Pergeseran Anggaran di Dinas LH, Pantas Nainggolan Ingatkan Soal Kasus Nadiem Makarim
23 May 2026, 14:03
Jakarta Raya
PT JIEP Catat Pertumbuhan Laba Bersih 174 Persen di Tahun 2025, Perkuat Peran Penggerak Ekonomi Indonesia
23 May 2026, 10:45
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?