Menempati urutan ketiga di dunia dalam kasus jumlah perokok terbanyak, menurutnya, merupakan hal yang sangat harus diwaspadai karena dapat memicu kanker paru.
Risiko Kanker Paru, di antaranya :
1. Kebiasaan Merokok atau terpapar rokok
2. Usia 50 tahun
3. Faktor genetic
4. Pajanan karsinogen di tempat kerja dan lingkungan.
Untuk meminimalisasi penyebaran kanker yang kian masif, perlu dilakukan deteksi dini kanker agar tidak terjadi keparahan yang berimplikasi terhadap beban biaya pengobatan.
Deteksi dini diutamakan pada :
1. Laki-laki, usia 40 tahun ke atas, perokok
2. Pajanan di tempat kerja dan lingkungan: pajanan asbes, silika, Dioxin, timbal, merkuri, formaldehid (formalin), benzene (bahan bakar minyak, cat dan polusi kendaraan bermotor).
3. Memiliki gejala : batuk darah, batuk kronik, sesak nafas, nyeri dada, berat badan menurun.
Direktur utama RSUP Persahabatan, Prof. dr. Agus Dwi Susanto, mengatakan sebagai rumah sakit rujukan respirasi nasional, RSUP Persahabatan menyediakan layanan One Stop Service, deteksi dini kanker paru.
