Selain itu, Muhammadiyah juga berpesan agar penyelenggaraan pemilu dapat terlaksana secara berkualitas. Termasuk mengawasi pemilu agar bebas dari upaya politisasi agama, juga sterilisasi penggunaan fasilitas pemerintah dan fasilitas sarana pendidikan untuk sosialisasi dan kampanye yang tidak pada tempatnya.
Menurut Bagja, kerja Bawaslu sendiri dalam mengawasi kampanye dan penyelenggaraan pemilu telah berlangsung sejak 14 Juni 2022. Bawaslu berharap peran Muhammadiyah untuk membantu suksesi penyelenggaraan pemilu yang ideal.
“Kami harapkan Muhammadiyah bisa mensosialisasikan tentang tahapan pemilu yang sedang berjalan kepada warga Muhammadiyah baik di kota ataupun di desa, dan juga di sarana pendidikan Muhammadiyah. Ini kami berharap bisa dikerjasamakan Muhammadiyah dari tingkat pusat sampai daerah sehingga bisa membantu Bawaslu dalam seluruh tahapan pemilu,” tutupnya. (ahmad)
