“Kita sangat welcome. Alhamdulillah, hingga saat ini kaum Betawi juga masih banyak di Jakarta, jumlah sekitar tiga juta orang atau 28 persen dari total populasi penduduk,” bebernya.
Marullah menegaskan, kaum Betawi tidak boleh terlena dan harus selalu kompak bersatu padu satu dengan lainnya.
“Semua saya yakin ingin menjaga marwahnya kaum Betawi. Untuk itu, kita menegaskan bahwa Betawi tetap utuh, tetap bersatu. Kalau ada perbedaan pandangan itu wajar sebagai bagian dari dinamika,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam pra-kongres ini juga perlunya membahas mengenai pentingnya Lembaga Adat Betawi. Sebab, saat ini pemerintah sedang membahas revisi Undang Undang terkait kekhususan Jakarta.
“Beberapa poin sudah hampir mulus masuk dalam Rancangan Undang Undang. Mudah-mudahan ini bisa terus kita perjuangkan dan usulan kita betul-betul bisa menjadi Undang Undang,” ucapnya.
Saat ini, lanjut Marullah, juga ada pembahasan terkait revisi Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.
“Nanti yang digunakan Pemajuan Kebudayaan Betawi. Kita ingin Betawi ke depan lebih maju lagi,” tuturnya.
