IPOL.ID – Ketua Lembaga Pengembangan Ekonomi Betawi (LPEB), Firman Toekan menilai tahun 2025 menjadi momentum penting bagi kebangkitan UMKM, terutama yang berbasis budaya lokal Betawi.
Meski ekonomi nasional diproyeksikan tumbuh stabil, daya beli masyarakat yang masih lemah menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, pertumbuhan sektor UMKM nasional pada 2025 diperkirakan mencapai 4,8%, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 61%.
Namun, ketimpangan antara biaya produksi dan daya beli masyarakat masih tinggi, yang berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha kecil dan mikro.
Firman Toekan menyebut, kondisi ini turut dirasakan oleh pelaku ekonomi Betawi.
“Ekonomi nasional memang menunjukkan tren stabil, tetapi daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Persaingan usaha pun semakin ketat, apalagi di sektor-sektor tradisional yang menjadi ciri khas ekonomi Betawi,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Meski demikian, Firman Toekan menegaskan bahwa peluang besar tetap terbuka lebar, terutama seiring dengan visi Jakarta menuju Kota Global.
