Dalam visi tersebut, sektor ekonomi kreatif dan pariwisata budaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan.
“LPEB melihat peluang besar bagi pengembangan ekonomi berbasis budaya Betawi. Produk-produk khas seperti kuliner, busana, kriya, hingga pertunjukan seni bisa menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Jakarta,” lanjutnya.
Firman Toekan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan lembaga lokal dalam memperkuat kapasitas produksi dan pemasaran.
LPEB sendiri tengah menyiapkan program pelatihan, pendampingan digitalisasi, serta promosi produk unggulan Betawi di berbagai event nasional.
“Kami ingin ekonomi Betawi tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang berdaya saing global,”tutupnya.(sofian)
