Namun setelah menyeberang hingga tiba di lajur Transjakarta, Buddy sempat berjalan kaki ke arah berlawanan lalu merubah arah menuju Stasiun Jatinegara di Jalan Bekasi Timur.
Dari rekaman CCTV Stasiun Jatinegara Buddy tampak berjalan kaki seorang diri menuju perlintasan lalu masuk ke perlintasan melalui celah tembok dinding di Jalan Bekasi Timur ke arah Cipinang.
Merujuk keterangan masinis KA 320 Tegal Bahari, saat kereta berjarak sekitar 300 meter dan melaju dengan kecepatan 27 kilometer per jam Buddy tampak berdiri seorang diri dekat tembok beton.
“Dengan jarak 300 meter saksi melihat korban diri berdiri seorang diri sambil menengok ke kanan dan kiri di pinggir tembok bagian dalam pembatas area rel dan Jalan Raya Bekasi Timur,” terang Leonardus.
Saat itu, masinis KA Tegal Bahari sempat membunyikan tanda peringatan datangnya kereta, namun sekitar pukul 09.21 WIB Buddy berjalan kaki dari sisi tembok pembatas ke arah jalur tiga.
Insiden pun tidak terhindarkan sehingga Buddy tertabrak KA lalu meninggal di lokasi, kejadian ini lalu dilaporkan masinis ke petugas keamanan dalam Stasiun Jatinegara lalu ke Polres Jakarta Timur.
