“Kemarin sudah (selesai) kita lakukan autopsi. Kita masih perlu pendalaman untuk pemeriksaan laboratorium dari organ-organ dalam,” ujar Karumkit.
Uji laboratorium patologi anatomi tersebut dilakukan dengan mengambil sampel organ jantung dan paru yang dapat menjelaskan penyebab meninggalnya seseorang secara medis.
Hasil uji laboratorium nanti, sambungnya, patologi anatomi akan diserahkan berikut hasil autopsi berupa dokumen Visum et Repertum ke penyidik dalam hal ini yang menangani perkara penembakan kantor MUI pusat.
“Jadi saat kejadian kan pelaku menembakkan diketahui orang banyak. Kemudian lari, lalu pingsan. Artinya sejak dia menembak sampai jatuh ini kenapa penyebabnya,” tukasnya. (Joesvicar Iqbal)
