“Dengan kondisi seperti itu saya terpanggil untuk mengembangkan potensi yang ada di Pabangbon dengan semangat dari warga. Mereka mulai bertahap dari nol, karena tidak mempunyai kolam ikan pada awalnya. Ini merupakan tegalan atau sawah gitu, yang tadinya bisa digunakan untuk palawija sekarang mereka buat untuk lahan budidaya. Mereka gali sendiri, mereka bentuk kolam-kolam seperti ini menjadi hamparan untuk kegiatan budidaya,” ujar Nurkholik dikutip dari rilis kkp.go.id.
Nurkholik merupakan Penyuluh Perikanan Satuan Administrasi Pangkal (Satminkal) Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar dan Penyuluhan Perikanan (BRPBATPP) Bogor di bawah Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Karena pembinaan dan pendampingan dari pusat ataupun dari pemerintahan berbasis kelompok, saya coba untuk mengarahkan mereka kepada pembentukan kelompok. Akhirnya saat akhir 2020 terbentuklah sekitar 10 anggota bahkan lebih itu mengikrarkan diri ingin membentuk sebuah kelompok. Terbentuklah Kelompok Perikanan Air Tawar sebagai bukti bahwa mereka mewujudkan keinginan mereka bisa mengembangkan perikanan di lingkungannya, dan alhamdulillah sudah dilegalisasi juga dibuatkan SK-nya atas nama Kepala Desa Pabangbon,” tambahnya.
