“Ini Asean Para Games saya yang pertama kali saya ikuti. Saya bangga dan sangat senang sekali dipercaya membawa Bendera Merah-Putih,” kata lifter putri Dwiska sebelum pelaksanaan defile.
“Saya pakai pakaian adat Padang, Sumatera Barat. Ini menjadi momen yang baik untuk menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara hebat karena memiliki beragam budaya dan adat-istiadatnya,” ujar gadis kelahiran Gunungkidul, 8 Februari 2005 ini.
Sebelumnya, CdM Indonesia Andi Herman menyampaikan, perwakilan kontingen Indonesia sengaja mengunakan pakaian adat dari beberapa provinsi di Indonesia, tujuannya untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia.
“Ini menjadi salah satu upaya kita untuk memperkenalkan budaya Indonesia khususnya pakaian adat, ada dari Bali, Sumatera dan sebagainya. Karena kuota defile dibatasi kita hanya mewakilkan 50 peserta saja,” ujar Andi.
Dua jam sebelum pembukaan, kawasan Morodok Techno sempat diguyur hujan lebat sekitar setengah jam. Acara pembukaan ini dibuka dengan menghitung mundur pembukaan Asean Para Games ke-12 yang ditandai dengan pertunjukan kembang api, permainan lampu LED.
