“Saya cukup menyesali kenapa gak dari dulu saya daftar jadi peserta BPJS Kesehatan, dengan iurannya yang ramah di kantong saya bisa berobat rutin tanpa perlu membayar mahal, apalagi saat ini saya harus rutin cuci darah dengan biaya yang kalau bayar sendiri bisa jutaan untuk sekali tindakan. Ditambah lagi pelayanan dari rumah sakit juga sama baiknya dengan pasien lain tanpa ada pembedaan sedikitpun,” tutur Hariroh.
Berbekal kepesertaan segemen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau lebih populer disebut peserta mandiri, dirinya terdaftar dengan kelas rawat satu. Hariroh menyebut pihak RSUP Fatmawati sangat menghargainya sebagai peserta JKN, bahkan dari pengalamannya sebagai pasien umum belum pernah ia merasakan kepuasan yang sama, kecepatan pelayanan dari setiap petugas baik medis dan non medis serta fasilitas yang nyaman.
“Alhamdulillah setelah jadi peserta BPJS Kesehatan sekarang saya gak perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah lagi alias gratis untuk mengobati diabetes dan cuci darah karena sudah ditanggung sepenuhnya. Dengan terhindarnya saya dan keluarga dari mahalnya biaya pengobatan berkat jaminan BPJS Kesehatan, saya menjadi lebih bersemangat untuk melanjutkan pengobatan penyakit ini,” tambahnya.
