Di sisi lain, media investigasi Rusia, The Insider, melaporkan bahwa sebuah pesawat khusus militer Rusia juga lepas landas dari Moskow dan tiba di St Petersburg sekitar pukul 15.00 waktu setempat.
Beberapa pejabat Rusia juga dilaporkan kabur keluar Moskow di waktu yang sama menggunakan jet-jet pribadi mereka.
Bos Wagner, Yevgeny Prigozhin,mengerahkan pasukannya ke Moskow, untuk menggulingkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu. Ia mengklaim berhasil menguasai fasilitas militer dan lapangan terbang di Rostov-on-Don, Rusia, pada Sabtu (24/6) pukul 07.30 waktu setempat.
“Ini bukan kudeta militer, tapi pawai keadilan,” ujar Prigozhin dikutip dari Associated Press.
Namun, Prigozhin mengatakan menarik mundur pasukan tentara bayarannya demi menghindari pertumpahan darah di Moskow, Rusia.
“Kami menarik barisan kami dan kembali ke kamp lapangan,” katanya, Sabtu (24/6) waktu setempat, dilansir AFP.
“Kami paham pentingnya momen itu dan tidak ingin menumpahkan darah Rusia,” lanjutnya.
Putin pun menyebut pemberontakan Wagner Group ini sebagai “ancaman mematikan” Rusia dan mendesak negaranya untuk bersatu.
