Terakhir, fitur Non-Motorized Reward dimaksudkan untuk membiasakan budaya berjalan dan bersepeda bagi masyarakat Indonesia. Dengan berjalan kaki atau bersepeda, selain mengurangi emisi karbon, ini dapat menjadi life style yang baik. Untuk memicu kesadaran yang lebih tinggi pada masyarakat, para pengguna non-motorized akan diberikan reward berupa poin yang dapat dikumpulkan dan ditukarkan menjadi tiket perjalanan transportasi umum.
Sistem TODerse juga menerapkan delapan prinsip sustainable pada kawasan TOD, yaitu walk (meningkatkan pejalan kaki), cycle (optimalisasi jalur pesepeda), connect (interkoneksi satu area dengan area lainnya), transit (angkutan umum massal yang mudah dijangkau), mix (tata guna lahan yang bervariasi), densify (pemadatan antar bangunan), compact (pemanfaatan lahan kosong), serta shift (perpindahan antar moda yang efektif dan efisien).
Dengan mengusung tema “Implementasi Media Berbasis Digital terhadap Urban Living Sustainability pada Kawasan Transit Oriented Development”, aplikasi TODerse pernah memenangkan Juara 2 kompetisi Sustainable Transport Innovation Challenge (STIC) yang diadakan di Bali pada 20–21 Oktober 2022 lalu. (timur/ui.ac.id)
