“Kami mohon sekali lagi, SIM jangan dijadikan target PNBP. Kami khawatir, kasatlantas kami jualan lagi,” pintanya kepada anggota Komisi III DPR.
Firman mengungkapkan, bahwa praktik tersebut sudah sering terjadi di mana cara yang ditempuh untuk mencapai target PNBP adalah dengan meluluskan peserta pembuatan SIM yang belum kompeten.
“Enggak lulus, diluluskan Pak, sudah terjadi. Yang belum waktunya pindah golongan, dipindahkan Pak, ngejar PNBP,” ungkapnya.
Sebagai gantinya, Firman mengusulkan PNBP bisa diperoleh dari divisi registrasi dan identifikasi misalnya dengan cara menawarkan pelat nomor khusus dengan harga ratusan juta rupiah.
“Saya pakai contoh Yusri 1, kalau dia berani bayar Rp500 juta untuk 5 tahun, kenapa tidak? Masuk ke PNBP, kita tawarkan bebas ganjil genap. Kalau namanya Yusri ada 16 orang yang mengajukan, kita lelang sampai paling mahal, tertinggi siapa. Nanti masuk ke negara lagi (uangnya),” jelasnya. (ahmad)

