Subhi-Ibrahim menjelaskan, agar bisa berkontestasi dalam peradaban umat manusia, umat Islam Indonesia perlu menjadi modern. Modern dalam menyadari pentingnya kekinian serta bersikap rasional, kritis dan berkemajuan. Inilah yang akan mengantarkan pada peradaban tinggi.
“Sikap terbuka pada kebudayaan dan peradaban lain adalah cara terbaik untuk membangun kemajuan bangsa dan umat. Hal tersebut dicontohkan oleh kaum Muslim klasik yang mengadopsi aspek-aspek positif kebudayaan lain guna memperkaya khazanah kebudayaan Islam sehingga sampai puncak peradaban di abad tengah,” ujarnya. (tim)
Seminar yang dihadiri oleh seratusan pimpinan dan guru se-kota Depok tersebut merupakan kerja bersama peneguhan komitmen bahwa Keislaman, Keindonesiaan dan Kemodernan bisa harus dimulai dari dunia pendidikan, kawah candradimuka generasi bangsa. (tim)
