Menghadapi serangan balik Susanto, mau tak mau Azarov harus melakukan pertukaran-pertukaran untuk menjaga kemungkinan kalah. Mengingat posisi Rajanya praktis sudah tanpa pengawalan dan dua bidaknya di petak B6 dan D6 sangat lemah dan mudah dijatuhkan.
Setelah terjadi pertukaran-pertukaran perwira, kedua pemain hanya memiliki Menteri dan bidak dengan posisi Raja masing-masing sangat terbuka. Azarov memiliki tiga bidak sedangkan Susanto dua bidak yang saling mengikat di petak B2 dan C3.
Meski unggul satu bidak tetapi Azarov tak memiliki kesempatan untuk memaksimalkan keunggulannya. Karena Menteri Susanto bisa melakukan skak abadi atau menjatuhkan bidak Azarov di petak H4. Akhirnya di langkah ke-48 kedua pemain sepakat remis. (bam)
