Pada agenda besar pasca Orde Baru langkah terbesar yang diambil dalam reformasi Polri yakni dengan pemisahan antara Polri dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), penataan struktur organisasi Polri, perubahan dalam sistem penerimaan, pendidikan, dan pelatihan polisi, peningkatan tata kelola kepolisian yang lebih demokratis dan terbuka, serta penegakan hukum yang lebih adil dan berkeadilan.
Dalam perjalanan reformasi Polri, terdapat capaian dan tantangan yang dihadapi. Beberapa capaian yang dapat dicatat antara lain adalah peningkatan profesionalisme polisi, penurunan tingkat korupsi, peningkatan kualitas layanan publik, dan penegakan hukum yang lebih efektif. Namun, tantangan seperti pengawasan yang lebih ketat, penyelesaian kasus pelanggaran HAM yang belum optimal, dan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap Polri masih menjadi fokus dalam reformasi kepolisian, terlebih pada tahun 2022 institusi Polri diterpa isu tidak sedap kasus skandal perwira tingginya, pada kasus pembunuhan berencana Brigadir Joshua oleh Mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen FS yang banyak melibatkan anggota lainnya pada masalah perintangan penyidikan (obstruction of justice) dan kasus penjualan barang bukti Narkoba oleh Kapolda Sumatera Barat Irjen TM.
