Bersamaan dengan pembangunan bak penampungan, pihaknya bekerjasama dengan Dr Sri Wahyuni untuk membangun instalasi pengolahan biogas.
Lewat instalasi tersebut, nantinya kotoran sapi akan diubah menjadi tiga produk bernilai jual, antara lain kompos, pupuk cair dan biogas.
Produk hasil pengolahan kotoran sapi itu kemudian akan dijual kepada masyarakat. Jadi tidak hanya menjadi solusi, sambungnya, hasil penjualan produk itu akan menjadi berkah bagi masyarakat.
“Pilot projectnya itu dibangun di kandang milik Pak Burhan, jadi yang dulunya dikeluhkan warga, justru sekarang jadi berkah,” ujar Munjirin.
“Tiga produk olahan kotoran sapi itu bernilai jual tinggi, nanti hasil penjualannya dikelola untuk pembangunan instalasi pengolahan biogas di 72 kandang sapi peternak lainnya. Jadi berkelanjutan, dari satu (kandang) jadi semuanya akan dibangun (instalasi pengolahan) biogas ini,” jelas dia.
Terkait bagi hasil dari penjualan produk biogas tersebut, dirinya berpesan agar perkumpulan peternak sapi bisa menyepakati keputusan bersama.
