Subhi-Ibrahim ketua program Studi Magister Studi Islam Universitas Paramadina memberi perspektif bahwa pendidikan Islam berintikan agar kita berakhlak dengan akhlak Ilahi. “Nilai luhur pendidikan tersebut bertentangan dengan fakta orang-orang terdidik yang korupsi, menjadi biang bencana lingkungan dan sebagainya.”
Karena itu, menurut Subhi-Ibrahim, perlu formulasi pendidikan yang mana orang-orang terdidik menjadi orang berintegritas. Dalam teori pendidikan Islam, formula itu dimulai dari pengenalan diri dengan menjawab pertanyaan: siapakah “Aku”.
Kerja sama antar tiga lembaga pendidikan dan riset tersebut berkomitmen untuk menjalin kolaborasi dalam bidang pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat yang mencerahkan dan diharapkan memberi sumbangan bagi kemajuan pendidikan Islam secara khusus dan kemajuan umat dan bangsa. (tim)
