“Tentu saja saya tahu pertarungan ini tidak mudah. Tapi saya juga sudah menjalani semua proses persiapan dengan bantuan dari pelatih, tim sports science, dan tim nutrisi olahraga. Saya tidak ingin hanya dilihat sebagai petinju yang tampil dalam partai tambahan. Lebih dari itu, saya ingin tampil sebaik mungkin agar bisa membuka jalan menuju panggung yang lebih besar,” kata Hebi usai timbang badan.
Hebi dan tim XBC Sportech sudah berada di Jepang sejak 20 Juli lalu, dan melanjutkan persiapan akhir sesuai dengan program yang disusun pelatih David Treharne. Dengan pemantauan oleh tim sports science dan nutrisi olahraga, petinju asal Sumba Timur ini sudah berada dalam berat badan yang ideal, 61,3 kilogram, sejak sebelum berangkat ke Jepang sehingga tidak perlu melakukan penurunan berat badan secara drastis yang bisa membahayakan kondisi fisiknya.
Menang di kandang lawan bukan hal yang mudah. Treharne juga mengakuinya sehingga mencari strategi yang tepat juga menjadi rumit.
“Hebi dalam kondisi yang siap baik fisik maupun mental. Dia akan kuat dan memiliki stamina untuk bertarung delapan ronde, seperti yang dijadwalkan. Hebi juga sangat fokus dan siap menjalankan rencana pertarungan. Kami hanya ingin membuat lawan merasa tidak nyaman dan memaksanya masuk dalam strategi kami. Kuncinya adalah tidak membiarkan Imanaga merasa nyaman,” ujar pelatih asal Kanada ini.
