Menurut dia, meningkatkan pengetahuan dalam pengelolaan sumber daya air lokal yang berkelanjutan melalui penerapan strategi pengelolaan baru dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan penerima manfaat dari masyarakat kepulauan.
Informasi terkini dan mendiskusikan langkah-langkah yang efektif, serta memberikan saran yang produktif atas berbagai capaian yang dihasilkan oleh beberapa kegiatan riset dan pengelolaan pulau-pulau kecil yang sedang berlangsung.
Lokakarya yang berkerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Institut Teknologi Indonesia (ITI) tentu menginginkan riset dan inovasi untuk penguatan ketahanan komunitas pulau-pulau kecil di Indonesia dan kawasan Pasifik Barat.
Membentuk jejaring riset, inovasi dan pengembangan pulau-pulau kecil di lokarya ini terdiri dari unsur Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, masyarakat lokal, lembaga riset, universitas, tenaga ahli nasional dan regional.
Di tempat yang sama, Dr Maki Katsuno Hayashikawa menambahkan, bersama Unesco dalam pengembangan sumber daya manusia di pulau kecil menjadi perhatian dimana Unesco juga bisa memfasilitasi dalam pertukaran sumber daya manusia termasuk di Indonesia aplikasi nya bisa di gunakan ke negara laindan hasil penelitian perlu di populerkan kepada Negara Luar.

