“Saya bingung, kok pusing kepalanya masih kambuh terus ditambah lagi penglihatan saya menjadi buram, karena itu saya ke puskesmas lagi dan ternyata diberikan rujukan ke dokter spesialis mata di RSUD Tebet. Di situ diketahuilah bahwa syaraf mata kiri saya dikatakan dokter mengalami pendarahan, sehingga saya harus rutin kontrol untuk pengobatan dua minggu sekali selama beberapa bulan, sampai akhirnya dokter menyarankan saya untuk menjalani operasi untuk menyebuhkan pendarahan syaraf mata,” lanjutnya.
Sebelum menjalani proses operasi, Heru mendapatkan rujukan ke RSCM Kirana untuk memaksimalkan hasilnya dengan dukungan sarana dan prasarana rumah sakit tersebut. Hasilnya operasi penyembuhan syaraf mata Heru berjalan lancar tanpa kendala berarti, termasuk juga penjaminannya yang sudah diakomodir oleh BPJS Kesehatan, berkat status aktif kepesertaan dan mengikuti prosedur yang berlaku.
“Alhamdulillah saya tidak keluar biaya sedikitpun, mulai dari awal kontrol mata, operasi, perawatan rumah sakit, obat-obatan dan biaya kontrol pasca operasi semuanya sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kemudian juga dari sisi pelayanan yang diberikan selama di puskesmas maupun rumah sakit tidak ada pembedaan antara pasien umum dengan pengguna BPJS Kesehatan, semuanya sama sesuai dengan hak pasien,” ucap Heru.

