Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Didampingi Kuasa Hukum, Pasangan Prewedding Penyebab Kebakaran Bromo Minta Maaf
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nusantara > Didampingi Kuasa Hukum, Pasangan Prewedding Penyebab Kebakaran Bromo Minta Maaf
Nusantara

Didampingi Kuasa Hukum, Pasangan Prewedding Penyebab Kebakaran Bromo Minta Maaf

Farih
Farih Published 15 Sep 2023, 21:55
Share
3 Min Read
9f527759 1855 4123 a987 11738fda4104
Pasangan prewedding minta maaf, Foto: tangkapan layar
SHARE

IPOL.ID – Pasangan calon pengantin yang melakukan foto prewedding menggunakan flare meminta maaf karena menyebabkan kebakaran di Bukit Teletubbies, Gunung Bromo.

Pasangan calon pengantin itu adalah Hendra Purnama dan Pratiwi Mandala Putri.

Mereka berasal dari Surabaya dan Palembang. Pasangan tersebut datang bersama fotografer dan kuasa hukumnya, Jumat (15/9).

Mereka menyatakan permintaan maaf di ruang pertemuan Balai Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo.

Pertemuan dihadiri Kades Ngadisari, Kades Jetak, Kades Wonotoro, Ketua dan Wakil Dukun Pandita serta Kanit Reskrim Polsek Sukapura Aipda Dadang Hariyanto.

Aipda Dadang membuka pertemuan itu, dengan menjelaskan maksud kedatangan kedua pasangan dan kuasa hukumnya.

Ia meminta Mustaji, kuasa hukum pasangan calon pengantin itu untuk menyampaikan permintaan maafnya.

Mustaji sembari berdiri menyampaikan permintaan maaf. Ia menjelaskan, kebakaran yang terjadi bukan dengan unsur kesengajaan semua pihak yang hadir saat prewedding itu.

“Namun tetap, kami memohon maaf kepada kades serta romo dukun,” ucapnya.

Tak hanya kuasa hukum Mustaji, calon pengantin laki-laki yaitu Hendra Purnama juga meminta maaf.

“Kami meminta maaf kepada presiden, jajaran menteri dan kabinet, Pemerintah Provinsi Jatim, pemerintah daerah khususnya, Probolinggo dan Pasuruan serta seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Hendra .

Hendra juga menambahkan bahwa dia dan teman-temannya bukan tidak ada upaya memadamkan api saat mengetahui adanya kebakaran akibat menyalakan flare untuk foto prewedding nya.

“Kami sudah berupaya memadamkan api dengan mengambil 5 botol persediaan kami di mobil, tapi karena keterbatasan kami dan juga kondisi angin kencang, rumput juga kering sehingga kebakaran tidak bisa kami atasi. Sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ungkap Hendra.

Permintaan maaf diterima oleh Kepala Desa Ngadisari Sunaryono. Bahkan menurutnya, penerimaan maaf sudah ia berikan.

“Sudah kami maafkan, yang penting ke depannya hal-hal serupa tidak pernah terjadi lagi,” jelas Sunaryono.

Sunaryono juga menjelaskan, ia akan menyampaikan permintaan maaf seluruh pihak yang terlibat kepada masyarakatnya. Menurutnya, permintaan maaf itu akan diterima.

“Karena sudah menjadi tradisi kami, sebagai masyarakat yang menjunjung kedamaian. Sehingga permintaan maaf sudah seharusnya kamu terima,” ujar Sunaryono.

Kades Jetak Ngantoro, Kades Wontoro Sarwo Slamet, dan para pengelola wisata juga menyatakan menerima permintaan maaf itu.

Permintaan maaf juga ditujukan pada sesepuh atau dukun kawasan Bromo. Ketua Pandita Sutomo dan wakilnya juga mengatakan sudah memaafkan.

“Tidak apa-apa ya, yang penting tidak terulang. Namanya juga menuju pernikahan. Makanya ada pepatah, jangan bermain api kalau tidak ingin terkena ke kita,” tutur Sutomo.

Sutomo menjelaskan, meski pihaknya sudah memaafkan bukan berarti mahluk spiritual di kawasan yang terbakar dapat memaafkannya.

“Itu di luar kendali kami. Tapi menjadi tugas kami sebagai melayani masyarakat,” kata Sutomo.

Pertemuan dengan sowan permintaan maaf itu diakhiri dengan ucapan terimakasih dan berjabat tangan semua pihak. (vinolla)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: bromo, prewedding
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article 317d0e1d f1d7 4b20 9fbb 09abfdf13026 Tok, PKS Resmi Dukung Pasangan Anies-Cak Imin di Pilpres 2024
Next Article 2c345801 2822 463d 92a2 79cd24afc6f3 NET TV PHK 30 Persen Karyawannya

TERPOPULER

TERPOPULER
AGI
Ekonomi

Siap-Siap Jadi Miliarder! Pengundian BAGI HOKI 2026 Periode 1 Segera Digelar

Headline
Pertalite untuk Mobil di Atas 1.400 CC Bakal Dibatasi? Ini Penjelasan Pertamina
21 May 2026, 10:01
Gaya hidup
Dari Western Hingga Asia, Nikmati Eksplorasi Rasa di BUNK Lounge & Bar
21 May 2026, 01:11
Jakarta Raya
Legislator PKB di Kebon Sirih Minta Pemprov Antisipasi Larangan Sampah DKI Dibuang Ke Bantargebang
20 May 2026, 22:26
Hukum
Diduga Terlibat Kongkalikong Aset Pemkab Kutai Timur, KPK Didesak Periksa Pengusaha Ini
20 May 2026, 19:25
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?