Harris merebut medali emas dengan mengantongi total 19,506 poin (Nanquan 9,756 dan Nangun 9,750). Medali perak direbut Lee Yong Mun dari Korea Selatan dengan total 19,472 poin dan Huang Junhua dari Macao merebut perunggu dengan total 19,463 poin.
“Persaingan sangat ketat dan Harris Horatius mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Ini medali emas pertama dari wushu melalui Harris Horatius buat Kontingen Merah Putih. Dan, saya juga berharap kesuksesan Harris dan Edgar jadi pemicu atlet wushu lainnya yang tampil di nomor Taolu maupun Sanda,” kata Wakil Bendahara PB WI Gunawan Tjokro yang langsung menyaksikan pertandingan.
“Harris memang pantas mendapatkan medali emas karena penampilannya keren. Gerakannya sangat bersih dan enak dilihat. Ini prestasi yang luar,” timpal Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Taolu PB WI, Herman Wijaya yang juga pemilik Sasana Rajawali Sakti Jakarta.
Keberhasilan Harris merebut medali emas dan Edgar merebut perak, kata Herman Wijaya, tidak terlepas dari komitmen Ketua Umum PB WI, Arilangga Hartarto dalam mendukung program pembinaan dan program pelatnas jangka panjang yang didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
