Sekito, yang pernah memenangi turnamen ADT Gunung Geulis Golf Invitational pada 2019 di East Course merasakan atmosfer yang familiar di Gunung Geulis. Hal itu cukup memudahkannya.
“Saya merasa seperti di rumah sendiri di sini, karena pernah menang di sini sebelumnya, itu memberi saya kepercayaan diri yang tinggi dan saya merasa nyaman. Lapangannya sedikit lebih lambat dibanding bulan lalu tapi masih sulit, dan berangin. Bermain agresif di sini tidak bagus. Ini adalah lapangan golf yang pendek tetapi Anda harus sangat sabar dan tenang,” kata Sekito.
Ia pun memiliki senjata “rahasia”, yaitu kedinya adalah orang Jepang yang tinggal di Indonesia. Keduanya bertemu di Indonesia Open tahun lalu dan menjadi teman, yang kemudian menjadi kedinya di Thailand saat Q-school awal tahun ini.
“Dia mengenal golf saya dengan baik, jadi dia bisa memberikan saran yang bagus, ditambah lagi dia mengenal lapangan ini dengan baik sehingga dia bisa banyak membantu saya hari ini,” jelasnya.
Di belakang Wu dan Sekito, ada enam pegolf yang berpeluang menggeser mereka di putaran kedua besok. Mereka adalah duo Malaysia–Amir Nazrin dan Muhammad Danial Faidz, Vanchai Luangnitikul (Thailand), Minhyeok Yang (Korea), Oscar Zetterwall (SWE), dan Sydney Chung (USA).
