Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Freeport Serahkan Totem Kamoro untuk Taman Totem Dunia di Kawasan Waterfront City Danau Toba
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nusantara > Freeport Serahkan Totem Kamoro untuk Taman Totem Dunia di Kawasan Waterfront City Danau Toba
Nusantara

Freeport Serahkan Totem Kamoro untuk Taman Totem Dunia di Kawasan Waterfront City Danau Toba

Iqbal
Iqbal Published 03 Oct 2023, 15:29
Share
5 Min Read
Salah satu totem Kamoro yaitu Wemawe, yang menggambarkan figur leluhur dengan tinggi sekitar delapan meter dan diameter satu meter, tiba di Kawasan Waterfront City, Kecamatan Pangururan, Samosir, Sumatera Utara, pada Rabu (27/9). Foto: Ist
Salah satu totem Kamoro yaitu Wemawe, yang menggambarkan figur leluhur dengan tinggi sekitar delapan meter dan diameter satu meter, tiba di Kawasan Waterfront City, Kecamatan Pangururan, Samosir, Sumatera Utara, pada Rabu (27/9). Foto: Ist
SHARE

IPOL.ID – PT Freeport Indonesia (PTFI) menyerahkan dua totem Kamoro dari tanah Papua dalam rangka berpartisipasi dan mendukung dibangunnya “Taman Totem Dunia” pada program  “Penataan Kawasan Waterfront City Pangururan” di Kecamatan Pangururan, Samosir, Sumatera Utara.

Totem yang disediakan berjumlah dua totem dan telah selesai dikerjakan para pengukir Kamoro di bawah Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe.

PTFI dan Yayasan Maramowe melakukan serah terima kepada pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), selaku pelaksana proyek “Penataan Kawasan Waterfront  City Pangururan” pada Rabu (27/9) di Taman Totem Dunia, Danau Toba.

Dalam kesempatan ini, dua perwakilan pengukir dari Suku Kamoro juga turut hadir untuk memasang dan memastikan penempatan yang tepat dan sesuai dengan kebudayaan Kamoro.

Baca Juga

brimob BKO Papua
Wadankorbrimob Polri Lepas Pemberangkatan Pasukan BKO Polda Papua Tengah Satgas Amole
Resmikan Pabrik Pemurnian Logam Mulia, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Hilirisasi
Poltekpar Medan Pantau Suasana Libur Nataru 2024 di Danau Toba Sumut

Direktur dan EVP Sustainable Development PTFI Claus Wamafma menyampaikan, penyediaan totem dari Suku Kamoro oleh PTFI merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk  ikut melestarikan karya seni dan budaya salah satu masyarakat adat Papua yang tinggal di sekitar  perusahaan.

“Kami mendukung penuh pembangunan Taman Totem Dunia dan program Penataan Kawasan Waterfront City Pangururan yang kami yakini dapat menjadi sarana  pelestarian seni dan budaya Indonesia. Totem Kamoro yang kami sediakan akan membuka akses bagi para pengunjung untuk melihat dan merasakan keindahan seni dan budaya Papua jauh dari tempatnya berasal”, jelas Claus.

Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan sekaligus Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, Rudi Siahaan yang turut menyaksikan serah terima merasa bersyukur karena telah hadir totem dari suku Kamoro, Papua di Kabupaten Samosir.

“Kami sampaikan terima kasih kepada masyarakat adat Suku Kamoro yang sudah memberikan bantuan melalui Kementerian PUPR, dua buah patung karya anak bangsa. Ini adalah lambang persahabatan antara suku Batak dan suku Kamoro Papua. Kita harapkan kedepannya, di lokasi ini akan kita buat acara adat perpaduan antara adat Batak dan adat Papua untuk mengapresiasi karya suku bangsa ini,” ujar Rudi.

Ia harapkan saat peresmian totem ini nantinya bisa berjalan sangat baik dan ini menjadi salah  satu event budaya yang sangat menarik. “Terima kasih kepada masyarakat adat suku Kamoro dan PT Freeport Indonesia”, tutup Rudi.

Taman Totem Dunia yang akan dibangun di Pangururan ini nantinya akan memiliki tujuh totem.  Tiga totem berasal dari tanah Batak yang bermakna peran manusia di Bumi ciptaan-Nya, hubungan antar bangsa, serta optimis menuju masa depan dunia dan kemanusiaan. Sedangkan empat totem lainnya berasal dari belahan nusantara yang lain, salah satunya Papua. Selain menjadi sarana edukasi bagi pengunjung, Taman Totem Dunia ini diharapkan juga dapat menjadi simbol persahabatan antara budaya dan negara.

Dalam konteks lebih luas, program “Penataan Kawasan Waterfront City Pangururan” dibawah  Kementerian PUPR merupakan bagian dari pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata  Nasional (KSPN) Danau Toba. Program ini sebagai upaya pengembangan pariwisata terintegrasi  dan berkelanjutan yang didukung oleh Pemerintah dan Bank Dunia. Di kawasan ini akan  dibangun beberapa atraksi dan wahana yang bersumber pada kearifan budaya lokal, dengan pesan kelestarian alam, penerusan nilai budaya, serta persahabatan dunia.

Sementara itu, Pendiri Yayasan Maramowe Weaiku Kamorowe, Luluk Intarti menjelaskan dua totem Kamoro yang diserahterimakan adalah Mbitoro dan Wemawe dengan tinggi sekitar delapan meter dan diameter satu meter. Kedua totem ini menjadi totem Kamoro tertinggi dan terbesar yang pernah dibuat. Ia berharap bahwa karya seni ukir Kamoro ini bisa dikenal masyarakat lebih luas, baik dalam negeri maupun mancanegara yang nantinya akan berkunjung ke Danau Toba. “Di sisi lain juga menjadi satu kebanggaan bagi para pengukir dimana karya mereka dapat  dinikmati oleh orang banyak. Budaya ukir Kamoro ini dapat terus bertahan ketika generasi muda mengetahui apa yang telah dilakukan pendahulunya. Selain itu, akan menjadi satu kebanggaan tersendiri jika totem ini menjadi ikon nasional nantinya,” ujar Luluk.

Kedua totem Suku Kamoro dari Papua tersebut, bersama dengan totem Batak dari Sumatera Utara dan totem Kalimantan, direncanakan akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada  November 2023. Acara ini akan diperkaya dengan ritual adat dari suku Batak, Dayak, dan Kamoro  pada sehari sebelumnya sebagai bagian dari upacara peresmian patung-patung yang menggambarkan kekayaan budaya dan semangat persatuan di tengah keberagaman yang kaya di Indonesia. (ahmad)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Danau toba, Penataan Kawasan Waterfront City Pangururan, PT Freeport Indonesia, PTFI, Totem
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Gedung Utama Kejaksaan Agung RI yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Arsip Kejaksaan Agung Kejagung Sidik Korupsi Jalur Kereta Api Besitang-Langsa, Diduga Rugikan Negara Rp1,3 Triliun
Next Article Angela Lee, foto: Instagram, @angelalee87 Selebgram Angela Lee Diperiksa Bareskrim Polri Terkait Kasus Narkoba Ferdy Pratama

TERPOPULER

TERPOPULER
Ramalan Zodiak
Gaya hidup

Ramalan Zodiak 17 Mei: Mulai dari Cinta, Karier, Kesehatan hingga Keuangan

Olahraga
Masuk Grup F Piala Asia 2027, John Herdman Tegaskan Ini Tantangan dan Peluang Besar
17 May 2026, 16:30
Olahraga
Cukur Semen Padang 7-0, Tavares Justru Kritik Permainan Persebaya
17 May 2026, 14:13
Nasional
Hari Ini Kemenag Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Dzulhijjah 1447 H
17 May 2026, 11:45
Gaya hidup
Pakai Cara Ini Agar Pohon Cabai Tumbuh Subur hingga Berbuah Lebat
17 May 2026, 19:30
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?