Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Sungai Amazon Mengering ke Level Terendah Dalam 121 Tahun Terakhir
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Sungai Amazon Mengering ke Level Terendah Dalam 121 Tahun Terakhir
Headline

Sungai Amazon Mengering ke Level Terendah Dalam 121 Tahun Terakhir

Farih
Farih Published 25 Oct 2023, 18:30
Share
3 Min Read
Screenshot 350
Rio Negro, anak sungai terbesar kedua di Amazon mencapai level terendah dalam 121 tahun terakhir. Foto: Twitter @pattrn
SHARE

IPOL.ID – Ketinggian air sebuah sungai di hutan hujan Amazon, Brasil, telah mencapai titik terendah dalam 121 tahun terakhir di tengah kekeringan yang melanda dunia saat ini.

Rio Negro, anak sungai terbesar kedua di Amazon, di kota Manaus itu mencatat ketinggian air 13,59 meter pada Senin (16/10), level terendah sejak pencatatan dimulai pada tahun 1902.

Angka itu melewati rekor terendah sepanjang masa sebelumnya yang terjadi pada tahun 2010 dan jauh lebih rendah daripada pengukuran yang dilakukan setahun yang lalu, ketika ketinggiannya mencapai 17,60 meter.

Ketinggian ini juga jauh lebih rendah dari 30,02 meter yang tercatat pada Juni 2021 – rekor tertinggi dalam sejarah.

Hal ini terjadi ketika kekeringan dan suhu tinggi melanda wilayah tersebut. Kondisi itu mengganggu masyarakat serta membunuh satwa liar.

Para ahli memperingatkan bahwa situasi di Amazon kemungkinan besar akan memburuk akibat perubahan iklim.

Awal bulan ini, lebih dari 100 lumba-lumba dan ribuan ikan ditemukan mati dan para peneliti memperingatkan bahwa kondisi tersebut membuat satwa liar semakin sulit untuk bertahan hidup.

Suhu air di beberapa bagian Amazon mencapai rekor 39 derajat celcius.

Rendahnya permukaan air sungai menyebabkan ratusan masyarakat kesulitan untuk mengakses air minum dan mengganggu rute navigasi komersial di jalur air, sehingga banyak kapal yang terdampar.

Pada Juli 2021, banjir bersejarah di wilayah tersebut merusak tanaman ratusan masyarakat dan berlangsung selama sekitar tiga bulan.

Philip Fearnside, seorang peneliti di Institut Nasional Brasil untuk Penelitian Amazon, memperkirakan peristiwa semacam itu di wilayah tersebut kemungkinan akan menjadi lebih sering dan lebih parah karena perubahan iklim.

Dia mengatakan bahwa air permukaan di Samudra Pasifik ekuator timur sekarang lebih hangat dibandingkan dengan El Nino “Godzilla” pada tahun 2015-2016, yang menyebabkan banyak kondisi global yang ekstrem, dan terus meluas.

Di Amazon, pemanasan Pasifik ini terutama menyebabkan kekeringan di bagian utara wilayah tersebut.

Selain itu, sebuah patch air hangat di Atlantik Utara tropis menyebabkan kekeringan di bagian selatan Amazon, menurut para peneliti.

“Perkiraan awal hujan akan tertunda dari biasanya, dan musim hujan akan lebih kering dari biasanya,” kata Fearnside.

“Hal ini tidak hanya akan mengakibatkan air yang sangat rendah tahun ini, namun juga pada tahun 2024.”

“Hingga musim hujan dimulai di cekungan tersebut, situasi yang sudah berlangsung akan semakin memburuk,” katanya dilaporkan skynews dikutip Rabu (25/10). (far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: amazon mengering, sungai amazon
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article 2d106cb1 dcba 49b6 b206 9e1ded19aa46 Swiss-Belhotel International Lebarkan Portofolionya di Indonesia dengan Rebranding Grand Swiss-Belhotel Darmo, Surabaya
Next Article Tampak kegiatan Talkshow dan Media Gathering “Pemuda Indonesia Berani Berwirausaha” yang merupakan rangkaian acara dari Diplomat Success Challenge Season 14 di bilangan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (25/10). Foto: Ahmad/ipol.id Sambut Sumpah Pemuda, DCS Season 14 Punya Pesan untuk Entrepreneur Muda Indonesia

TERPOPULER

TERPOPULER
Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Ongen Sangaji.
Politik

Ongen Desak KPK Periksa Kadis dan Kasudin Dukcapil Terkait Kasus Imigrasi

HeadlineOlahraga
Punya Cita-cita Majukan Sepakbola, Mantan Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi Bidik Kursi Ketua PSSI DKI
11 Jun 2026, 16:54
Ekonomi
Ribuan Guru Keagamaan Terima Manfaat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan
11 Jun 2026, 09:01
Jakarta Raya
BPJS Ketenagakerjaan Ceger Bekali Calon PMI ke Jepang Literasi Aplikasi JMO
11 Jun 2026, 14:30
HeadlineHukum
Tak Mau Libatkan Keluarga, Rita Widyasari Bongkar Alasan Tak Pulang ke Rumah Kakak Usai Bebas
11 Jun 2026, 15:53
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?