Duta Teknologi, kata Hasan, merupakan jangkar untuk mewujudkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga para guru diminta untuk terus belajar dan memanfaatkan teknologi, agar dapat memberikan nilai tambah dalam proses belajar mengajar di sekolah masing-masing. “Kompetisi Duta Teknologi diadakan setiap tahun, dan para guru diundang untuk berpartisipasi, belajar, berbagi, dan menjadi bagian dari jangkar teknologi pendidikan Indonesia,” jelasnya.
Selain itu, pemanfaatan platform-platform digital yang telah disediakan Kemendikbudristek juga terus dilakukan sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka di 38 provinsi. Selain Duta Teknologi, komunitas lain yang juga aktif mengadvokasi pemanfaatan platform digital adalah adalah 34 Kapten Belajar.id yang merupakan guru terpilih yang menggerakkan adopsi pemanfaatan akun Belajar.id di provinsi masing-masing.
Dalam webinar tersebut hadir tiga narasumber lain, yakni Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Non Formal, dan Pendidikan Dasar (PNFD) Dinas Pendidikan Kabupaten Nias, Juniell Mendrofa; Penerima Anugerah Daerah Jawara Belajar.id Kategori Wilayah 3T dan Duta Teknologi Provinsi Jawa Timur tahun 2022, Eka Nurviana Fatmawati; dan Duta Teknologi Provinsi Papua tahun 2023, Jean Soffian Banundi.
