Jean memberikan pendekatan konkret dengan melakukan proses terbimbing di daerahnya. Melalui platform digital seperti Google Classroom, ia membimbing rekan-rekan guru untuk mengenal teknologi dan memanfaatkannya dalam pembelajaran. “Literasi digital sangat penting, sehingga perubahan harus dilakukan secara bertahap,” katanya.
Hal serupa dikemukakan Duta Teknologi 2022, Eka Nurviana Fatmawati yang berbagi pengalaman suksesnya sebagai guru melek digital. Menurutnya, guru perlu memperluas pengalaman melalui uji coba dan eksperimen teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. “Integrasi teknologi dalam kelas memungkinkan guru menyajikan materi ajar dengan lebih efektif dan menciptakan pembelajaran bermakna,” katanya.
Eka menekankan pentingnya mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran karena kita berada di era digital. Dengan siswa yang umumnya memiliki gawai, guru harus memanfaatkan potensi ini. Menjadi Duta Teknologi berarti menjadi ikon guru inovatif yang terus bereksperimen dengan berbagai platform dan media pembelajaran teknologi, seperti pembelajaran interaktif, video simulasi Augmented Reality, dan lainnya.
