Anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Indonesia, Luviana tidak menampik bahwa medsos memberikan ancaman bagi keberadaan media massa arus utama di Indonesia. Apalagi masalah yang dihadapi dalam medsos itu bisa tiga hingga empat kali lebih banyak dibanding tantangan di media massa konvensional. “Di medsos, konten berita kita akan langsung ditanggapi oleh publik yang tidak kita ketahui identitasnya, belum lagi penggunaan akun-akun siluman, teknologi yang tdak digunakan semestinya untuk menyerang, perbincangan publik yang tidak beretika, itu sebagian kecil dari banyaknya dampak negatif media sosial,” ujar dia.
Namun demikian, lanjut Luviana, medsos juga mempunyai dampak positif yang besar bagi tumbuh dan berkembangnya pemberitaan disebabkan daya jangkaunya yang luas. “Sisi positifnya pemberitaan dan konten jadi lebih bisa digaungkan dengan cepat dan luas kepada masyarakat. Apalagi untuk media kecil yang masih butuh pertumbuhan,” tukasnya.
Karenanya, Hendri Ch Bangun, Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), mengatakan perlu adanya sinergi antara medsos dan media konvensional. Keduanya sama-sama masih dibutuhkan untuk bisa saling mendukung.
