Pasalnya, Avila Bahar, mahasiswa Komunikasi Universitas Indonesia ini hanya butuh finis di posisi kelima untuk bisa mengunci gelar juara nasionalnya. Dan, Avila bermain tenang, meski sesekali berusaha untuk menyodok posisi lawannya. Tapi, Avila belajar banyak dari setiap balapan ke balapan.
“Kebetulan untuk seri terakhir ini memang strateginya tak perlu memaksakan diri karena finis kelima aja sudah juara nasional. Jadi, saya memilih bermain aman walaupun sambil melihat-lihat peluang. Senang sekali bisa bersaing dengan pembalap senior yang pengalaman sudah jauh sekali karena saya belajar banyak dari mereka,” cerita Avila soal balapan di seri penutup.
Ketika ditanya soal rencana tahun depan, Avila Bahar menyatakan belum bisa menjawab soal tahun depan. Tapi, ia masih punya cita-cita besar dengan Honda Racing Indonesia.
“Kalau harus memilih untuk tahun depan saya masih ingin balapan lagi di kelas ITCR 1500 karena balapan kelas ini paling kompetitf dan untuk 2024 saya ingin cetak hattrick juara nasional di kelas ini,” tutur Avila lagi yang usai menggaet juara nasional ini akan segera terbang ke Malaysia untuk bermain di Malaysian Championship 2023.
