Mahfud memaparkan berdasarkan teori, negara yang mengalami ketimpangan diakibatkan karena kekayaan lebih banyak menumpuk di kalangan atas daripada kalangan bawah atau miskin. Mahfud menyinggung gini ratio Indonesia yang lemah karena kekayaan menumpuk di orang tertentu meski secara pertumbuhan ekonomi Indonesia bagus.
“Tapi begitu Indonesia masuk ke reformasi, gini ratio nya sampai 0,415 di tahun 2014. Menurut teori, negara-negara yang ketimpangan itu artinya apa, kekayaan menumpuk di atas lebih banyak daripada yang terbagi ke orang miskin. Sehingga kalau kita katakan kalau Indonesia pertumbuhannya bagus, kenapa gini rationya lemah, karena kekayaan tidak menumpuk menumpuk di atas, Kekayaan menumpuk di orang-orang tertentu, lahan dikuasai oleh industri industri asing itu maka gini rasio itu menyimpang,” ucapnya.(Yudha Krastawan)
