Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Spanyol Siap Akui Negara Palestina Merdeka Meski Uni Eropa Tak Setuju
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Spanyol Siap Akui Negara Palestina Merdeka Meski Uni Eropa Tak Setuju
Headline

Spanyol Siap Akui Negara Palestina Merdeka Meski Uni Eropa Tak Setuju

Farih
Farih Published 26 Nov 2023, 13:00
Share
3 Min Read
Snapinsta.app 395428726 18396430759055744 1150054684001390580 n 1080
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Foto: Instagram
SHARE

IPOL.ID – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan pada Jumat (24/11) bahwa Madrid terbuka untuk mengakui negara Palestina secara sepihak, meskipun hal itu bertentangan dengan pendapat Uni Eropa.

“Saya pikir sudah tiba saatnya bagi masyarakat internasional, terutama bagi Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk mengakui negara Palestina,” kata Sanchez kepada media dalam sebuah konferensi pers di sisi Mesir di penyeberangan perbatasan Rafah, dilansir Anadolu.

Sanchez mengatakan bahwa idealnya, pengakuan tersebut akan dilakukan secara bersamaan dengan setidaknya beberapa negara anggota yang berpartisipasi.

“Namun jika tidak demikian, tentu saja, Spanyol akan mengambil keputusannya sendiri,” ujar perdana menteri Spanyol yang baru saja terpilih kembali itu, yang sebelumnya telah bersumpah untuk mengakui negara Palestina sebagai prioritas dalam masa jabatannya mendatang.

Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo bergabung dengan Sanchez dalam lawatannya ke Israel, Palestina dan Mesir.

Sepanjang perjalanan, kedua pemimpin menyerukan perlindungan bagi penduduk sipil di Gaza dan agar Israel menghormati hukum kemanusiaan internasional.

Pada Jumat, setelah konferensi pers mereka di perlintasan Rafah, Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen memerintahkan pemanggilan duta besar Spanyol dan Belgia di Tel Aviv untuk mendapatkan teguran keras.

“Kami mengutuk klaim palsu dari Perdana Menteri Spanyol dan Belgia yang memberikan dukungan kepada terorisme,” tulisnya di jejaring media sosial X, membela bahwa Israel bertindak sesuai dengan hukum internasional.

Sementara pemimpin Belgia lebih menahan diri, Sanchez justru mengatakan bahwa Israel tidak mengikuti hukum internasional dan menuduhnya melakukan pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap ribuan anak-anak di Gaza.

Sanchez juga dengan tegas mengutuk serangan Hamas pada 7 Oktober.

“Kekerasan hanya akan menimbulkan lebih banyak kekerasan. Kita perlu mengganti kekerasan dengan harapan dan perdamaian. Inilah yang saya sampaikan kepada presiden dan perdana menteri Israel,” kata Sanchez di perlintasan perbatasan Rafah.

Berbicara mengenai apakah Belgia akan mengakui Palestina, De Croo mengatakan bahwa prioritas pertama adalah membebaskan para sandera yang ditahan oleh Hamas dan membantu meringankan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.

“Kemudian, kita perlu duduk bersama dan mendiskusikan masalah ini,” kata De Croo.

Saat ini, sembilan dari 27 negara anggota Uni Eropa mengakui negara Palestina. Pada tahun 2014, Swedia menjadi negara pertama yang melakukannya selama menjadi negara anggota Uni Eropa.

Sebelumnya pada Jumat, Perdana Menteri Belgia dan Spanyol bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.

Ia menyarankan agar komunitas internasional mengambil alih kendali demi terciptanya perdamaian yang langgeng di Israel dan Palestina.

“Kami membutuhkan pengakuan internasional atas negara Palestina, dan PBB perlu melakukan intervensi. Menuju ke arah ini akan mencerminkan keseriusan komunitas internasional untuk mencapai perdamaian di wilayah kami,” ujarnya, menjelaskan idenya untuk negara Palestina yang didemiliterisasi dengan perbatasan tahun 1967, yang berpotensi dengan kehadiran pasukan internasional. (far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: kemerdekaan palestina, negara palestina, palestina, spanyol
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article d7005a09 a16d 4b72 b6ac 09827905e480 Rayakan Hari Guru, Balon Gas Meledak Keluarkan Api Lukai 10 Guru di Bekasi
Next Article 31538f44 70b0 4bcc 8eeb 737fcdc39af0 Direnovasi, Dispora DKI Berkantor Bareng dengan KNPI di Rawamangun

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260524 WA0088
HeadlineNews

Ramalan Zodiak Pekan Ini 24–31 Mei 2026: Ada Kabar Mengejutkan soal Cinta dan Rezeki

Olahraga
Hydroplus Soccer League Surabaya 2026: Tigers Football Academy dan Arema FC Women Berbagi Gelar di Dua Kategori Umur
24 May 2026, 08:43
Hukum
Kuasa Hukum Protes Keras Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Milik PT PMM
24 May 2026, 20:33
Olahraga
5000 Pelari Ramaikan Starbucks Run 2026 di GBK
24 May 2026, 12:08
HeadlineOlahraga
Meski kalah di Markas Valencia, Barca Tetap Juara La Liga
24 May 2026, 07:25
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?