Oleh karena itu, lanjut dia, penting untuk mempertimbangkan metode pencegahan pelanggaran kebijakan keamanan informasi dalam memastikan keamanan, misalnya menerapkan pendekatan terpadu terhadap keamanan siber.
“Menurut penelitian kami, selain 26% insiden dunia maya disebabkan oleh pelanggaran kebijakan keamanan informasi, 38% pelanggaran terjadi karena kesalahan manusia. Karena persentase yang mengkhawatirkan, budaya keamanan siber di suatu organisasi perlu diciptakan sejak awal dengan mengembangkan dan menegakkan kebijakan keamanan, serta meningkatkan kesadaran keamanan siber di kalangan karyawan. Dengan demikian, staf akan menerapkan peraturan secara lebih bertanggung jawab dan memahami dengan jelas kemungkinan konsekuensi dari pelanggaran yang mereka lakukan,” ujar Alexei Vovk. (ahmad)
