“Xanthorrizol dan kurkuminoid adalah salah satu alternatif imbuhan pakan dari bahan baku lokal untuk menggantikan AGP yang lebih aman dalam produksi ternak,” jelas Puji.
Selain itu, dikatakan Puji, kerja sama riset ini diharapkan bisa memperoleh bahan alternatif pengganti AGP yang efektif dan murah.
Mitra bisa menyediakan fasilitas kandang, ternak, dan pemeliharaannya. Sedangkan BRIN berkontribusi di riset pengembangan formulasi dan pengujiannya, dan memastikan bagaimana penggunaan adjuvant efektif dalam meningkatkan produktivitas sebagai imbuhan pakan ternak.
“Mudah-mudahan kerja sama riset ini dapat menghasilkan formula pakan yang bisa dipatenkan dan dilisensi oleh mitra, untuk pengembangan produk pakan yang dapat segera dipasarkan,” tandasnya.
Direktur CV Rawat Alam Agus Supriyo Hadi menyampaikan, penggunaan adjuvant ke dalam pakan ternak yang berasal dari temu lawak, dengan proses ekstraksi dari zat yang berkhasiat xanthorrizol dan kurkuminoid. “Hasil riset xanthorrizol dan kurkuminoid yang ada di dalam temu lawak ini yang daya hambat bakterinya lebih tinggi daripada antibiotik AGP,” terang dia.
