“Pemerintah perlu meningkatkan panduan dan bimbingan teknis pelaksanaan EPR dan CE agar program ini lebih efektif dan bahkan mampu mengatasi bias pada claim sepihak oleh yang memperoleh amanat (produsen) dengan modus pencitraan perusahaan semata,” pintanya.
Sekadar informasi, trio brand minuman bersoda (Sprite, Fanta dan Coca Cola) banyak luput dari percakapan publik terkait sampah plastik belakangan ini. Yang banyak disorot dan seperti jadi bulan-bulanan kampanye hitam justru sampah plastik Le Minerale, brand lokal yang lagi naik daun dan berpotensi mengikis dominasi penjualan pemain lama di pasar air kemasan.
Riset menunjukkan sampah Le Minerale justru ada di urutan kesembilan, masih lebih sedikit dari sampah botol plastik Kecap ABC (7.214 buah) dan Yakult (7.013 buah).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari para perusahaan terkait persoalan sampah hasil buangan produknya yang belum terolah secara maksimal. (ahmad)
