Kaca mata itulah yang mengundang hadirnya dampak negatif berupa polarisasi politik, kesulitan memahami perspektif beda, dan penyebaran hoaks. Polarisasi politik akan menggiring terjadinya perbedaan pendapat dan pandangan politik di antara individu atau kelompok dalam suatu masyarakat menjadi semakin ekstrim atau bertentangan.
Ini berarti bahwa kelompok-kelompok tersebut cenderung memilih posisi yang lebih jauh dari moderat.
Kondisi ini bisa mengarah kedalam kesulitan untuk mencapai konsensus tentang masalah-masalah sosial kemasyarakatan apalagi politik. Bisa menghambat demokrasi dan peningkatan konflik antara kelompok-kelompok yang berbeda. Bahkan tanpa disadari, akan dapat menyebabkan kekerasan dan kerusuhan.
Terjebak di antara dinding virtual di atas juga bisa memenyebabkan seseorang kesulitan memahami perspektif beda. Orang yang terjebak dalam homophily, filter bubble, dan echo chambers mungkin sulit untuk memahami mengapa orang lain memiliki keyakinan yang berbeda dari mereka. Hal ini karena mereka tidak terpapar pada informasi yang dapat membantu mereka untuk memahami perspektif yang berbeda.
