Psikografis Publik
Selain sentiment dan emosi, Evello juga melihat bagaimana kecenderungan publik terhadap isu tersebut. Bagi mereka yang menolah wacana presiden dapat berkampe, karakteristik pribadi yang terbentuk cenderung emosional.
“Bobot personality traits emosional terbaca mencapai 97 persen menanggapi pernyataan Presiden,” ujar Dudy.
Sementara bagi mereka yang mendukung Presiden dapat berkampanya cenderung rasional. Evello mendeteksi tren rasional pendukung Presiden Jokowi mencapai 89 persen ditandai dengan ikut menyampaikan isi dari pasal Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.
Selain data-data di atas, Dudy juga menyebutkan jika Jokowi adalah politisi ulung. “Bisa saja tiba-tiba beliau berbalik arah dan tidak mengambil haknya untuk ikut dalam kampanye dan sekaligus membalikkan sentiment publik dari negatif menjadi positif,” ujarnya.(Muhamad Solihin)

