Dia menambahkan, nantinya saat panen, cabai-cabai itu akan dapat dijual kepada warga sekitar dengan harga lebih murah dari pasar, sehingga meringankan beban warga ketika harga cabai mengalami inflasi.
Sebanyak 200 bibit cabai ditanam pada setiap rumah ibadah di Jakarta Timur, total 76 rumah ibadah, terdiri dari 65 masjid di setiap kelurahan, 10 gereja dan 1 pura serta vihara di setiap kecamatan.
“Target saya 200 pohon di setiap rumah ibadah, kurang lebih ada 76 rumah ibadah, 65 masjid, 10 gereja, termasuk vihara, termasuk juga pura, kita upayakan semuanya bisa menjadi nilai tambah untuk menekan inflasi dan memenuhi kebutuhan cabai di masyarakat dengan harga sangat terjangkau,” jelas dia.
Sementara, Ketua Yayasan Bhayangkara Masjid Al-Ihsan, Suharto menuturkan, adanya penanaman cabai dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur diharapkan dapat membantu masyarakat juga dapat memberikan contoh untuk menekan harga cabai yang tinggi. Saat panen cabai-cabai tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar.
