Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Anggota Komite BPH Migas Basuki Trikora Putra dan Iwan Prasetya Adhi, Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady, serta Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Mustika Pertiwi. Selain itu, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, dan Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.
Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengapresiasi hadirnya PIEDCC, sehingga semakin mempermudah Pertamina untuk memantau secara langsung ketersediaan energi di seluruh Indonesia. Ia pun berharap Pertamina terus meningkatkan inovasi-inovasi terkait dengan bisnis operasinya.
“Tentu saja saya bangga kalau Pertamina itu bisa punya command center seperti ini, yang bisa memonitor secara realtime kondisi-kondisi di lapangan dari hulu ke hilir. Mulai dari produksi di lapangan minyak, sampai dengan pendistribusian hingga ke SPBU,” ungkap Erika.
Erika berharap, Pertamina dapat mengantisipasi ketersediaan stok energi, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau. Tak hanya mengantisipasi faktor cuaca, namun juga ketika ada perencanaan perbaikan kilang-kilang pengolahan Pertamina. “Tetapi saya lihat kesiapannya sudah cukup baik, artinya sudah di antisipasi dengan baik,” pungkas Erika.
