Anies-Muhaimin unggul di tiga pemilih partai yaitu PKS 78.5%, PKB 45.6% dan Nasdem 70.5%. Selanjutnya, Ganjar-Mahfud unggul di satu pemilih partai yaitu PDIP dengan dukungan sebesar 76.0%.
Lalu lima dari enam teritori yang unggul adalah Prabowo-Gibran, seperti di Sumatera elektabilitasnya sebesar 49.1%, Jawa 43.6%, Kalimantan 59.1%, Sulawesi 56.4%, dan Maluku-Papua 54%.
Ganjar-Mahfud unggul di satu teritori yaitu Bali-NTB-NTT dengan elektabilitas sebesar 47.1%.
Dari sisi kesukuan, Prabowo-Gibran unggul di Jawa dengan 42.3%, Sunda 51.6%, Melayu 44.4%, Madura 47.0%, Bugis 51.0%, dan Batak 62.7%. Anies-Muhaimin unggul di Betawi 68.2% dan Minang 67.2%.
Di pemilih yang tidak mempunyai akun media sosial elektabilitas Prabowo-Gibran sebesar 49.2%. Elektabilitas Ganjar-Mahfud 24.6%. Elektabilitas Anies-Muhaimin 19.2%.
Di pemilih yang menggunakan medsos, di semua saluran Prabowo-Gibran unggul. sebagai contoh di pengguna WhatsApp dan Facebook, misalnya.
Ketika ditanyakan apakah dengan menonton debat dapat merubah pilihan, sebanyak 74.6% menyatakan tidak merubah pilihan. Yang menyatakan pilihannya berubah sebesar 18.5%.
