Kendati begitu, Jokowi memaklumi dan menilai hal itu sebagai sebuah bentuk kebebasan berpendapat sekaligus sebagai karya jurnalistik yang dilindungi aturan kebebasan pers. “Uneg-uneg presiden itu bisa kita ambil sisi positifnya bahwa kami, FPRMI siap menjadi wadah bagi pemerintah menyuarakan pendapatnya sebagai check and balance. Apalagi penghargaan yang diterima ini selaras dengan apa yang menjadi topik yang disinggung presiden terkait penggambaran karikatur sosok dirinya,” kata Mercys.
CEO Ipol.id, Muhammad Solihin mengaku bangga atas pencapaian ini. Ia juga berterimakasih kepada FPRMI yang selama ini telah menaungi sekaligus menjadi kawan berdiskusi bagi kemajuan pers nasional dan khususnya bagi Ipol.id. “Raihan ini juga kami persembahkan bagi FPRMI. Harapannya tentu bisa menjadi pelecut kawan-kawan bersama untuk menghasilkan karya yang berkualitas, memberi sumbangsih pemikiran kepada masyarakat,” ungkap Solihin, yang juga menjabat sebagai Sekjen FPRMI.

