Menurut Deny, selain untuk melayani peserta, BPJS Ketenagakerjaan memiliki tugas yang besar. Yaitu untuk mengupayakan agar seluruh pekerja terutama di wilayah DKI Jakarta terlindungi oleh program Jamsostek. Deni mengatakan, di DKI memiliki sebaran pekerja dan variasi profesi yang sangat luas. Di lain sisi, sebagian para pekerja itu belum banyak yang tahu manfaat besar program BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan begitu, program BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa serta merta menyebar dan berkembang sendiri di kalangan pekerja. Tetapi, perlu upaya dan dorongan yang kuat agar program yang baik ini menyebar dan dimiliki oleh seluruh pekerja.
”Ini tentu sebuah tantangan yang besar dari keberadaan jumlah personel yang terbatas. Untuk itulah maka kami tanamkan lima kualitas kepada setiap personel BPJS Ketenagakerjaan untuk menjawab tantangan ini,” ujar Deny. Menurut Deny, memperluas program Jamsostek perlu kerja keras dan kerja cerdas.
Secara internal perlu kerja keras tim yang tepat sasaran. Secara eksternal, perlu adanya kolaborasi dengan banyak pihak. ”Untuk mengupayakan ini tidak bisa dikerjakan hanya duduk-duduk di kantor cabang. Tapi, insan BPJS Ketenagakerjaan harus jemput bola, yaitu pro aktif mengajak sinergi banyak pihak untuk sosialisasi dan akuisisi peserta BPJS Ketenagakerjaan sesuai target yang kami tetapkan,” ungkap Deny. (msb/dni)

