Sedangkan inflasi Januari 2023 terhadap Desember 2023 yang 0,36% lebih tinggi dari inflasi nasional dari Januari terhadap Desember 0,04%.
Aryanto memaparkan, jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi disumbang kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,89%. Kemudian pakaian dan alas kaki 0,17%. Lalu perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,52%. Selanjutnya perlengkapan, peralatan, pemeliharaan rutin rumah tangga 0,06%.
Lalu kesehatan 1,60%, transportasi -0,53%. Informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,01%. Ada juga rekreasi, olahraga dan budaya 0,21%, pendidikan 0,02%. Penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,11%. Terakhir perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,29%.
Angka inflasi year on year 2,38% ini juga mengalami penurunan dibandingkan pada Bulan Desember 2023 sebesar 2,81%.
Untuk diketahui, keberhasilan Provinsi Sulsel dalam mengendalikan inflasi berkat kerja keras Penjabat Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin, jajaran Forkopimda, Pemerintah Kabupaten Kota, dan stakeholder terkait lainnya. Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk rutin melakukan operasi pasar hingga Gerakan Pangan Murah atau GPM. (ahmad)
