“Jadi biasanya kan orang nggak sadar ketika dalam kondisi depresi atau stress, jadi kami bantu dengan skrining, jadi nanti ketika ada kondisi kejiawaan, bisa cepat dibantu,” ucapnya.
Adapun, proses skrining dilakukan berdasarkan gejala yang tampak dari pasien. Misalnya, ketika pasien mengeluhkan sakit kepala berulang.
“Tetapi enggak skrining semua secara aktif ya, misalnya bolak-balik sakit kepala, jadi kita skrining. Jadi teman-teman di pos kesehatan yang di posko kecamatan sudah siap skiring jiwa,” jelasnya. (Sofian)

